Sabtu, 06 Februari 2010

gemuruh disudut jauh sana

serangga tanah beterbangan
meninggalkan ruang persembunyiannya
beterbangan tak tentu arah
disudut sana langit gelap
teriakan penghuni rimba riuh ramai

tak lama sudah itu...
awan berubah wujud, air tertumpah
dengan sengaja dan dengan lembut
lembut... lembut... lembut... ruah... deras...
sekian berlalu
mentari berputar menuju titik lain ... beri hangat titik lain

redup cahaya semesta terasa dengan sangat
rembulan disembunyi awan
terasa langit murka
disudut jauh sana
terlihat petir ingin mengoyak, mencabik-cabik awan
sambil teriak lantang seolah menantang
dan sekian berlalu...
tanah bergetar
terdengar gemuruh disudut jauh sana
tanah bergetar.... terasa.... sangat terasa....
mungkin wujud protes
atas ulah awan yang menyembunyikan rembulan
atau jawaban
atas keangkuhan petir yang telah mempertontonkan keresahan


malili, 6.01.2010/01.24

Tidak ada komentar: